Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom unsur, yaitu dari kiri ke kanan. Dalam satu periode atau dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sifat-sifat periodik unsur yang sering dibahas pada tingkat SMA meliputi jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas elektron, keelektronegatifan.
Jari-jari atom adalah jarak dari inti hingga kulit elektron terluar. Kecenderungan jari-jari atom dalam satu periode dari kiri ke kanan semakin kecil. Hal ini berarti bahwa dalam satu periode jumlah muatan dari kiri ke kanan semakin besar tetapi jumlah kulit tetap, akibatnya gaya tarik ini terhadap kulit terluar semakin besar sehingga jari-jari atom semakin kecil. Dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari atom semakin bertambah. Hal ini berati bahwa dalam satu golongan jumlah kulit dari atas ke bawah semakin bertambah, akibatnya jarak inti atom terhadap alaktron terluar semakin jauh.
Energi ionisasi adalah energi yang digunakan atom untuk melepas 1 elektron terluar sehingga atom tersebut menjadi muatan positif. Dalam satu golongan dari atas ke bawah energi ionisasi semakin kecil, dalam satu periode dari kiri ke kanan energi ionisasi semakin besar.Afinitas elektron adalah energi yang digunakan untuk menangkap 1 elektron membentuk ion negatif. Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektron cenderung berkurang, sedangkan dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron cenderung bertambah.
Rabu, 19 Agustus 2009
Perkembangan sistem periodik unsur
Penggolongan unsur-unsur telah dilakukan sejak lama dimulai denga penggolongan unsur-unsur atas logam dan non logam yang dilakukan oleh Lavoisier. Pada saat itu baru sekitar 20 jenis unsur yang sudah dikenal. Karena pengetahuan tentang sifat-sifat unsur masih sederhana, unsur-unsur tersebut kelihatannya berbeda satu sama lain sehingga belum terlihat jelas adanya kemiripan antara unsur yang satu dengan yang lain. Sehingga pengelompokkan berdasar atas logam dan non logam tidak dapat digunakan karena dasar pengelompokkan masih sederhana sebab diantara logam maupun non logam masih terdapat perbedaan.
Triade Dobereiner mengelompokkan unsur ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur dinamakan triade. Teori yang dikemukakan bahwa massa atom relatif suatu unsur stronsium sama dengan massa rata-rata barium dan kalium. Namun, teori ini tidak dapat dikembangkan karena Dobereiner tidak dapat menunjukkan triade yang cukup banyak sehingga aturan tersebut tidak berlaku.
Kemudian penggolongan unsur dilakukan oleh Octave Newland. Dasar yang digunakan dalam menggolongkan unsur berdasar atas kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata dari hasil penemuan tersebut diketahui bahwa unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan unsur ke-8) menunjukkan kemiripan sifat. Namun, hukum oktaf tidak berlaku karena hanya dapat digunakan untuk unsur-unsur ringan.
Penggolongan unsur dilakukan oleh Mendeleev berdasar pengamatan 63 unsur yang telah ditemukan pada saat itu. Kemudian Mendeleev menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya jika unsur-unsur disusun berdasar atas kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal dinamakan golongan, dan menyusun unsur berdasar kenaikan massa atom relatifnya dalam lajur horizontal dinamakan periode. Mendeleev meramalkan bahwa masih banyak unsur-unsur yang belum ditemukan, sehingga terdapat bagian kosong dalam tabel periodiknya.Henry Mosley menyempurnakan tabel periodik Mendeleev dengan menempatkan unsur-unsur baru yang ditemukan di dalam ruang kosong yang telah disediakan dalam tabel Mendeleev. Sehingga sistem periodik yang disempurnakan oleh Henry Mosley digunakan hingga ekarang dikenal dengan Sistem Periodik Modern.
Triade Dobereiner mengelompokkan unsur ke dalam kelompok-kelompok tiga unsur dinamakan triade. Teori yang dikemukakan bahwa massa atom relatif suatu unsur stronsium sama dengan massa rata-rata barium dan kalium. Namun, teori ini tidak dapat dikembangkan karena Dobereiner tidak dapat menunjukkan triade yang cukup banyak sehingga aturan tersebut tidak berlaku.
Kemudian penggolongan unsur dilakukan oleh Octave Newland. Dasar yang digunakan dalam menggolongkan unsur berdasar atas kenaikan massa atom relatifnya. Ternyata dari hasil penemuan tersebut diketahui bahwa unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur ke-1 dan unsur ke-8) menunjukkan kemiripan sifat. Namun, hukum oktaf tidak berlaku karena hanya dapat digunakan untuk unsur-unsur ringan.
Penggolongan unsur dilakukan oleh Mendeleev berdasar pengamatan 63 unsur yang telah ditemukan pada saat itu. Kemudian Mendeleev menyimpulkan bahwa sifat-sifat unsur adalah fungsi periodik dari massa atom relatifnya. Artinya jika unsur-unsur disusun berdasar atas kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat tertentu akan berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur yang mempunyai kemiripan sifat dalam satu lajur vertikal dinamakan golongan, dan menyusun unsur berdasar kenaikan massa atom relatifnya dalam lajur horizontal dinamakan periode. Mendeleev meramalkan bahwa masih banyak unsur-unsur yang belum ditemukan, sehingga terdapat bagian kosong dalam tabel periodiknya.Henry Mosley menyempurnakan tabel periodik Mendeleev dengan menempatkan unsur-unsur baru yang ditemukan di dalam ruang kosong yang telah disediakan dalam tabel Mendeleev. Sehingga sistem periodik yang disempurnakan oleh Henry Mosley digunakan hingga ekarang dikenal dengan Sistem Periodik Modern.
Pengenalan ilmu kimia dan penggolongan materi di alam serta partikel dasar penyusun atom
Ilmu kimia didefinisikan sebagai ilmu alam yang mempelajari tentang komposisi, struktur, dan karakteristik materi serta perubahannya dan energi yang menyertai dalam proses perubahan kimia. Materi dan segala perubahannya berada dalam kehidupan kita sehari-hari. Ilmu kimia memiliki peranan yang penting diantara ilmu pengetahuan yang lain. Pengembangan dalam bidang, kedokteran, farmasi, geologi, pertanian dan sebagainya tidak mungkin terjadi tanpa kemajuan yang dicapai dalam ilmu kimia.
Di alam materi kelelompokkan menjadi 2 jenis yaitu zat murni dan campuran. Campuran digolongkan menujut jenisnya menjadi 3 yaitu homogen dan heterogen serta koloid. Sistem homogen berarti fasa penyusun sama dan heterogen berarti fasa penyusunnya berbeda. Sedangkan koloid memiliki sifat diantara homogen dan heterogen. Contoh campuran yang bersifat homogen misalnya air teh, air gula, dst. Yang termasuk campuran heterogen misalnya air tanah, air kopi, dst. Sedangkan yang termasuk koloid misalnya santan, minyak, susu, dst. Pemisahan campuran baik homogen, heterogen dapat dilakukan dengan proses fisika. Kemudian yang termasuk zat murni dibedakan menjadi 2 jenis yaitu atom/elemen/unsur dan senyawa. Yang termasuk unsur misalmya emas, besi, aluminium, dst sedangkan yang termasuk senyawa misalnya air, karbondioksida, dst. Pemisahan dan penggabungan atom menjadi senyawa maupun sebaliknya dilakukan melalui peroses reaksi kimia.Atom/unsur/elemen merupakan partikel terkecil dari suatu zat. Dalam penelitian menemukan bahwa atom merupakan partikel yang terdiri atas inti atom dan kulit atom. Di dalam inti atom terdapat proton yang memiliki muatan positif dan neutron yang bermuatan neutron.
Di alam materi kelelompokkan menjadi 2 jenis yaitu zat murni dan campuran. Campuran digolongkan menujut jenisnya menjadi 3 yaitu homogen dan heterogen serta koloid. Sistem homogen berarti fasa penyusun sama dan heterogen berarti fasa penyusunnya berbeda. Sedangkan koloid memiliki sifat diantara homogen dan heterogen. Contoh campuran yang bersifat homogen misalnya air teh, air gula, dst. Yang termasuk campuran heterogen misalnya air tanah, air kopi, dst. Sedangkan yang termasuk koloid misalnya santan, minyak, susu, dst. Pemisahan campuran baik homogen, heterogen dapat dilakukan dengan proses fisika. Kemudian yang termasuk zat murni dibedakan menjadi 2 jenis yaitu atom/elemen/unsur dan senyawa. Yang termasuk unsur misalmya emas, besi, aluminium, dst sedangkan yang termasuk senyawa misalnya air, karbondioksida, dst. Pemisahan dan penggabungan atom menjadi senyawa maupun sebaliknya dilakukan melalui peroses reaksi kimia.Atom/unsur/elemen merupakan partikel terkecil dari suatu zat. Dalam penelitian menemukan bahwa atom merupakan partikel yang terdiri atas inti atom dan kulit atom. Di dalam inti atom terdapat proton yang memiliki muatan positif dan neutron yang bermuatan neutron.
Konfigurasi elektron, elektron valensi serta letaknya dalam sistem periodik
Konfigurasi elektron menggambarkan susunan elektron dalam atom, sehingga dapat dilihat letak elektron dalam kulit-kulit atom. Data yang diperoleh dari hasil percobaan yang terdahulu, menunjukkan bahwa konfigurasi elektron mengikuti pola tertentu sehingga dapat dengan mudah menggambarkan konfigurasi elektron berdasarkan jumlah elektron. Pengisian elektron dimulai dari kulit K, kemudian kulit L, M, N, dst.
Jumlah kulit yang ditempati elektron dalam suatu atom menunjukkan periode atom dalam tabel periodik.Elektron valensi adalah elektron yang terletak pada kulit terluar. Elektron valensi merupakan elektron yang dapat digunakan pada unsur-unsur golongan utama (A), elektron valensi-nya menunjukkan letak golongan unsur tersebut dalam tabel periodik. Sedangkan elektron valensi unsur transisi akan dibahas pada tingkat selanjutnya.
Jumlah kulit yang ditempati elektron dalam suatu atom menunjukkan periode atom dalam tabel periodik.Elektron valensi adalah elektron yang terletak pada kulit terluar. Elektron valensi merupakan elektron yang dapat digunakan pada unsur-unsur golongan utama (A), elektron valensi-nya menunjukkan letak golongan unsur tersebut dalam tabel periodik. Sedangkan elektron valensi unsur transisi akan dibahas pada tingkat selanjutnya.
Selasa, 28 Juli 2009
STRUKTUR ATOM
A. PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Istilah “atom” pertama kali dikemukakan oleh filsuf Yunani, Democritus (460-370 SM), berasal dari kata a = tidak dan tomos = potong, sehingga dapat dikatakan sebagai “bagian terkecil dari suatu partikel yang tidak dapat dibagi lagi”. Seiring perkembangan peralatan eksperimen, kemudian teori atom berkembang dengan pesat, diantaranya:
1. Teori Atom Dalton
John Dalton (1776 – 1844), ilmuwan berkebangsaan Inggris mencetuskan teori atom modern berdasarkan percobaan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Antoine Lavoisier (1743 – 1794). Teori model atom Dalton yang dipublikasikan dalam ”A New System of Chemical Phylosophy” yang memuat beberapa pernyataan, yakni:
a. Materi terdiri atas partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut atom.
b. Selama terjadi perubahan secara kimia atom tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
c. Semua atom dari suatu unsur tertentu mempunyai massa (berat) dan sifat yang sama
d. Unsur kimia lain yang berbeda akan mempunyai jenis atom yang berbeda baik massa (berat) maupun sifatnya.
e. Terbentuknya suatu senyawa kimia dari suatu unsur-unsur akibat adanya penggabungan atom yang tidak sejenis dengan perbandingan sederhana
! Kelebihan:
o Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
o Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
! Kelemahan:
o Tidak dapat menjelaskan tentang sifat listrik yang dimiliki oleh atom
o Pada kenyataannya, atom dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil disebut partikel subatomic
2. Teori Model Atom Thomson
Joseph John Thompson (1856 – 1940), fisikawan Inggris menemukan elektron, yaitu suatu partikel subatomik yang bermuatan negatif lebih ringan daripada atom. Dari penelitiannya ini, JJ Thomson mengemukakan hipotesis “elektron bermuatan listrik negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral, sehingga dalam suatu atom harus terdapat muatan listrik positif untuk mengimbangi muatan elektron tersebut”. Sehingga model atom Thomson dikenal sebagai model atom “Roti Kismis” dengan asumsi yakni:
a. Atom berbentuk bola pejal yang bermuatan positif homogen
b. Elektron bermuatan negatif, tersebar di dalamnya
! Kelebihan:
o Dapat menjelaskan adanya partikel yang ukurannya lebih kecil daripada atom yang disebut sebagai partikel subatomik
o Dapat menjelaskan sifat listrik pada atom
! Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan adanya fenomena penghambuaran sinar alfa pada lempeng tipis emas
3. Teori Model Atom Rutherford
Ernest Rutherford, fisikawan Inggris pada tahun 1909 melakukan percobaan bersama rekannya Geiger dan Marsden yang dikenal dengan “penghamburan sinar alfa pada lempeng tipis emas”. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya:
a. Sebagian besar partikel alfa menembus lempeng tipis emas, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar atom adalah ruang kosong
b. Sebagian dari partikel alfa (yang bermuatan positif) dibelokkan oleh sesuatu, hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu partikel yang bermuatan positif yang dapat membelokkan partikel alfa
c. Sedikit dari partikel alfa dipantulkan oleh lempengan emas, hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu partikel berukuran sangat kecil (inti) sehingga partikel alfa yang menumpuk pusat massa akan terpantulkan
Berdasasarkan hasil percobaan tersebut Rutherford mencetuskan “model atom nuklir Rutherford”, yakni:
a. Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan hapir seluruh massa terpusat pada inti atom
b. Sebagian bsar atom merupakan ruangan kosong
c. Elektron beredar mengelilingi inti atom
d. Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron, sehingga atom bermuatan netral
! Kelebihan:
o Dapat menjelaskan tentang adanya fenomena penghambuaran sinar alfa pada lempeng tipis emas
o Mengemukakan adanya keberadaan inti atom
! Kelemahan:
o Teori ini bertentangan dengan teori elektrodinamika klasik, dimana suatu partikel yang bermuatan listrik apabila bergerak akan memancarkan energi. Elektron yang beredar mengelilingi inti akan kehilangan energi terus menerus, sehingga akhirnya akan membentuk lintasan spiral dan jatuh ke dalam inti.
4. Teori Model Atom Bohr
Niels Henrik David Bohr, fisikawan Denmark pada tahun 1913 mengemukakan teori tentang atom yang didasarkan pada model atom nuklir Rutherford dan teori kuantum Max Planck. Postulat yang dikemukakan oleh Bohr antara lain:
a. Elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan (orbit) dengan tingkat energi tertentu
b. Elektron yang beredar pada lintasannya, tidak memancarkan atau menyerap energi
c. Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya disertai dengan penyerapan atau pelepasan energi
! Kelebihan:
o Dapat mengaplikasikan teori kuantum untuk menjawab kelemahan teori model atom Rutherford
o Menerangkan dengan jelas garis spektrum pancaran (emisi) atau serapan (absorpsi) dari atom hidrogen
! Kelemahan:
o Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen
o Tidak dapat menjelaskan adanya efek Zeeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit bila atom ditempatkan pada medan magnet
? B. SUBATOMIK DAN TANDA ATOM
Suatu atom tersusun atas partikel dasar (subatomik) yaitu proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom.
Partikel
Muatan relatif
Massa relatif
Proton (p)
+1
1
Neutron (n)
0
1
Elektron (e)
-1
0
Tanda atom dapat dinyatakan sebagai berikut:
S Proton = Z
S Neutron = A – Z
S Elektron = Z – muatan X = lambang atom;
A = nomor massa;
Z = nomor atom
o Dalam atom netral : S proton = S elektron
o Dalam atom bermuatan positif (kation) : S proton > S elektron
o Dalam atom bermuatan negatif (anion) : S proton < S elektron
! Isotop adalah unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi mempunyai jumlah nomor massa berbeda. Contohnya: atom karbon ( C ) mempunyai isotop ; dan .
! Isotop suatu unsur mempunyai sifat kimia yang sama tetapi sifat fisiknya berbeda.
! Isoton adalah unsur yang mempunyai neutron sama tetapi mempunyai jumlah nomor atom berbeda. Contohnya: dan
! Isobar adalah unsur yang mempunyai nomor massa sama tetapi mempunyai jumlah nomor atom berbeda. Contohnya: dan
? C. KONFIGURASI ELEKTRON
Berdasarkan model atom Niels Bohr, elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu yang disebut sebagai tingkatan energi atau kulit elektron. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, makin ke luar makin besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya.
Nomor Kulit
Nama Kulit
Jumlah elektron maksimum
1
K
2 elektron
2
L
8 elektron
3
M
18 elektron
4
N
32 elektron
5
O
50 elektron
6
P
72 elektron
dst
dst
dst
Elektron akan menempati kulit dimulai dari kulit K sampai terisi penuh, kemudian kulit L sampai terisi maksimum dan seterusnya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat ditempati elektron maksimum 2n2, dengan n adalah nomor kulit. Penempatan elektron sampai penuh terjadi pada kulit K, L dan M, untuk pengisian elektron pada kulit keempat (kulit N) akan terisi bila kulit M berisi 8 elektron.
Contoh penulisan konfigurasi elektron: 12Mg : 2 8 2
19K : 2 8 8 1 àbukan 2 8 9Jumlah elektron yang menempati kulit terluar disebut dengan “elektron valensi”
A. PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Istilah “atom” pertama kali dikemukakan oleh filsuf Yunani, Democritus (460-370 SM), berasal dari kata a = tidak dan tomos = potong, sehingga dapat dikatakan sebagai “bagian terkecil dari suatu partikel yang tidak dapat dibagi lagi”. Seiring perkembangan peralatan eksperimen, kemudian teori atom berkembang dengan pesat, diantaranya:
1. Teori Atom Dalton
John Dalton (1776 – 1844), ilmuwan berkebangsaan Inggris mencetuskan teori atom modern berdasarkan percobaan yang telah dilakukan sebelumnya oleh Antoine Lavoisier (1743 – 1794). Teori model atom Dalton yang dipublikasikan dalam ”A New System of Chemical Phylosophy” yang memuat beberapa pernyataan, yakni:
a. Materi terdiri atas partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi disebut atom.
b. Selama terjadi perubahan secara kimia atom tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
c. Semua atom dari suatu unsur tertentu mempunyai massa (berat) dan sifat yang sama
d. Unsur kimia lain yang berbeda akan mempunyai jenis atom yang berbeda baik massa (berat) maupun sifatnya.
e. Terbentuknya suatu senyawa kimia dari suatu unsur-unsur akibat adanya penggabungan atom yang tidak sejenis dengan perbandingan sederhana
! Kelebihan:
o Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
o Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
! Kelemahan:
o Tidak dapat menjelaskan tentang sifat listrik yang dimiliki oleh atom
o Pada kenyataannya, atom dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil disebut partikel subatomic
2. Teori Model Atom Thomson
Joseph John Thompson (1856 – 1940), fisikawan Inggris menemukan elektron, yaitu suatu partikel subatomik yang bermuatan negatif lebih ringan daripada atom. Dari penelitiannya ini, JJ Thomson mengemukakan hipotesis “elektron bermuatan listrik negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral, sehingga dalam suatu atom harus terdapat muatan listrik positif untuk mengimbangi muatan elektron tersebut”. Sehingga model atom Thomson dikenal sebagai model atom “Roti Kismis” dengan asumsi yakni:
a. Atom berbentuk bola pejal yang bermuatan positif homogen
b. Elektron bermuatan negatif, tersebar di dalamnya
! Kelebihan:
o Dapat menjelaskan adanya partikel yang ukurannya lebih kecil daripada atom yang disebut sebagai partikel subatomik
o Dapat menjelaskan sifat listrik pada atom
! Kelemahan:
Tidak dapat menjelaskan adanya fenomena penghambuaran sinar alfa pada lempeng tipis emas
3. Teori Model Atom Rutherford
Ernest Rutherford, fisikawan Inggris pada tahun 1909 melakukan percobaan bersama rekannya Geiger dan Marsden yang dikenal dengan “penghamburan sinar alfa pada lempeng tipis emas”. Berdasarkan hasil percobaan tersebut dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya:
a. Sebagian besar partikel alfa menembus lempeng tipis emas, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar atom adalah ruang kosong
b. Sebagian dari partikel alfa (yang bermuatan positif) dibelokkan oleh sesuatu, hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu partikel yang bermuatan positif yang dapat membelokkan partikel alfa
c. Sedikit dari partikel alfa dipantulkan oleh lempengan emas, hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu partikel berukuran sangat kecil (inti) sehingga partikel alfa yang menumpuk pusat massa akan terpantulkan
Berdasasarkan hasil percobaan tersebut Rutherford mencetuskan “model atom nuklir Rutherford”, yakni:
a. Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan hapir seluruh massa terpusat pada inti atom
b. Sebagian bsar atom merupakan ruangan kosong
c. Elektron beredar mengelilingi inti atom
d. Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron, sehingga atom bermuatan netral
! Kelebihan:
o Dapat menjelaskan tentang adanya fenomena penghambuaran sinar alfa pada lempeng tipis emas
o Mengemukakan adanya keberadaan inti atom
! Kelemahan:
o Teori ini bertentangan dengan teori elektrodinamika klasik, dimana suatu partikel yang bermuatan listrik apabila bergerak akan memancarkan energi. Elektron yang beredar mengelilingi inti akan kehilangan energi terus menerus, sehingga akhirnya akan membentuk lintasan spiral dan jatuh ke dalam inti.
4. Teori Model Atom Bohr
Niels Henrik David Bohr, fisikawan Denmark pada tahun 1913 mengemukakan teori tentang atom yang didasarkan pada model atom nuklir Rutherford dan teori kuantum Max Planck. Postulat yang dikemukakan oleh Bohr antara lain:
a. Elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan (orbit) dengan tingkat energi tertentu
b. Elektron yang beredar pada lintasannya, tidak memancarkan atau menyerap energi
c. Perpindahan elektron dari satu tingkat energi ke tingkat energi lainnya disertai dengan penyerapan atau pelepasan energi
! Kelebihan:
o Dapat mengaplikasikan teori kuantum untuk menjawab kelemahan teori model atom Rutherford
o Menerangkan dengan jelas garis spektrum pancaran (emisi) atau serapan (absorpsi) dari atom hidrogen
! Kelemahan:
o Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen
o Tidak dapat menjelaskan adanya efek Zeeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit bila atom ditempatkan pada medan magnet
? B. SUBATOMIK DAN TANDA ATOM
Suatu atom tersusun atas partikel dasar (subatomik) yaitu proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terletak dalam inti atom sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom.
Partikel
Muatan relatif
Massa relatif
Proton (p)
+1
1
Neutron (n)
0
1
Elektron (e)
-1
0
Tanda atom dapat dinyatakan sebagai berikut:
S Proton = Z
S Neutron = A – Z
S Elektron = Z – muatan X = lambang atom;
A = nomor massa;
Z = nomor atom
o Dalam atom netral : S proton = S elektron
o Dalam atom bermuatan positif (kation) : S proton > S elektron
o Dalam atom bermuatan negatif (anion) : S proton < S elektron
! Isotop adalah unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi mempunyai jumlah nomor massa berbeda. Contohnya: atom karbon ( C ) mempunyai isotop ; dan .
! Isotop suatu unsur mempunyai sifat kimia yang sama tetapi sifat fisiknya berbeda.
! Isoton adalah unsur yang mempunyai neutron sama tetapi mempunyai jumlah nomor atom berbeda. Contohnya: dan
! Isobar adalah unsur yang mempunyai nomor massa sama tetapi mempunyai jumlah nomor atom berbeda. Contohnya: dan
? C. KONFIGURASI ELEKTRON
Berdasarkan model atom Niels Bohr, elektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu yang disebut sebagai tingkatan energi atau kulit elektron. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang terletak paling dalam, makin ke luar makin besar nomor kulitnya dan makin tinggi tingkat energinya.
Nomor Kulit
Nama Kulit
Jumlah elektron maksimum
1
K
2 elektron
2
L
8 elektron
3
M
18 elektron
4
N
32 elektron
5
O
50 elektron
6
P
72 elektron
dst
dst
dst
Elektron akan menempati kulit dimulai dari kulit K sampai terisi penuh, kemudian kulit L sampai terisi maksimum dan seterusnya. Tiap-tiap kulit elektron hanya dapat ditempati elektron maksimum 2n2, dengan n adalah nomor kulit. Penempatan elektron sampai penuh terjadi pada kulit K, L dan M, untuk pengisian elektron pada kulit keempat (kulit N) akan terisi bila kulit M berisi 8 elektron.
Contoh penulisan konfigurasi elektron: 12Mg : 2 8 2
19K : 2 8 8 1 àbukan 2 8 9Jumlah elektron yang menempati kulit terluar disebut dengan “elektron valensi”
Senin, 27 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
